Selasa, 17 Juni 2014

MADU DAN BALITA


APA BOLEH MADU DIKONSUMSI 
SI KECIL

Kandungan – kandungan yang ada didalam madu

Madu mengandung banyak mineral seperti natrium, kalsium, magnesium, alumunium, besi, fosfor dan kalium. Vitamin-vitamin yang ada dalam madu adalah thiamin (B1), riboflavin (B2), asam askorbat (C), piridoksin (B6), niasin, asam pantotenat, biotin, asam folat, dan vitamin K.
Sedang enzim yang penting dalam madu adalah enzim diastase, invertase, glukosa oksidase, peroksidase, dan lipase. Enzim diastase adalah enzim yang mengubah karbohidrat komplek (polisakarida) menjadi karbohidrat sederhana (monosakarida). Enzim invertase adalah enzim yang memecah molekul sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Enzim oksidase adalah enzim yang membantu oksidasi glukosa menjadi peroksida. Enzim peroksidase melakukan proses oksidase metabolisme. Semua zat tersebut berguna untuk proses metabolisme tubuh. Nilai kalori madu sangat besar 3.280 kal/kg. Nilai kalori 1 kg madu setara dengan 50 butir telur ayam, 5,7 ltr  susu, 25 buah pisang, 40 buah jeruk, 4 kg kentang, dan 1,68 kg daging. Madu memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi dan rendah lemak. Kandungan gula dalam madu mencapai 80% dan dari gula tersebut 85% berupa fruktosa dan glukosa.
Bahaya dalam pemberian madu pada si kecil itu adalah karna Madu terkadang mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan keracunan (botulisme) karena saluran cernan anak pada usia dibawa satu tahun belum terbentuk sempurna, sehingga bakteri tersebut dapat mudah berkembang dan membentuk toksin/racun. Meskipun kasus botulisme ini sangat jarang terjadi tetapi dampak yang di akibatkan sangat hebat, bisa menyebabkan kelemahan otot, termasuk otot pernapasan sehingga si kecil akan mengalam gangguan pernapasan yang akhirnya berujung kematian, selain itu dengan pemberian madu terlalu dini akan dikhawatirkan dapt menggannggu perkembangan dan pembentukan gigi si kecil.
Kenali tanda dan gejala keracunan / botulisme pada si kecil
  1. Gejalanya biasa muncul sekitar 8 – 36 jam setelah si Kecil mengonsumsi madu. Gejala awal yang umum terjadi adalah sulit buang air besar. Gejala lainnya dapat berupa
  2.  Ekspresi wajah yang datar
  3. Nafsu makan menurun 
  4. Menangis lemah
  5. Gelisah
  6. Terlihat lemas

 Segera bawa si Kecil ke dokter bila :

      1.  Terlihat lemas bahkan untuk mengangkat kepalanya pun tidak mampu
2.  Terlalu lemah untuk menangis atau mengisap
3.       Sulit buang air besar
4.        Tidak dapat menelan
5.   Terlihat sulit bernafas/sesak
Penanganan pertama pada keracunan/botulisme: 
    
     1. Segera bawa ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat
     2. Jika si kecil terdiagnosis keracunan botulisme, maka akan segera dilakukan beberapa              tindakan termasuk   kuras lambung dan/atau pemberian antiracun sesuai indikasi
     3. Dokter akan memberikan perawatan pendukung, dan alat bantu napas bila perlu    

Catatan khusus …..
'Ibu & Balita' mendukung program ASI Ekslusif bagi bayi berusia 0-6 bulan. Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi. Pemberian ASI dapat mempererat ikatan batin antara Ibu dan Bayi
Diatas 6 bulan dampingi ASI dengan makanan pendamping yang sesuai. ASI dianjurkan tetap diberikan hingga usia 2 tahun. Konsultasikan terlebih dahulu pemberian susu formula bagi bayi dengan tenaga medis.
Sebagian besar Ibu senang memberikan madu untuk si Kecil sejak dini bahkan beberapa sejak lahir, dengan alasan banyak manfaatnya untuk kesehatan ataupun sebagai pengganti gula. Akan tetapi, hal ini ditentang oleh Akademi Pediatri Amerika / American Academy of Pediatrics (AAP) yang menyatakan bahwa bayi di bawah 12 bulan tidak boleh mengonsumsi madu dan apapun hasil olahannya.

Semoga infomarsi ini dapat berguna ……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar